SUKABUMI–Adi Sucipto (16) harus menahan sakit setelah sebilah arif
menancap di kepalanya. Siswa kelas 2 SMK Lodaya Sukabumi ini menjadi
korban tawuran antar sekolah kejuruaan di Parungkuda. Tak hanya itu
saja, penderitaan warga Cipamulaan Desa Pondokaso Landeuh Kecamatan
Parungkuda ini semakin lama, karena dokter di Klinik PMC Parungkuda dan
RSUD Sekarwangi tak bisa melepaskan arit di kepalanya itu. Adi pun harus
dibawa ke RSUD Syamsudin Kota Sukabumi. Di rumah sakit ini, arit yang
menancap di kepala Adi akhirnya bisa lepas. Meski begitu, hingga tadi
malam harus menjalani perawatan intensif di RS milik Pemkot Sukabumi
ini.
Korban tawuran pelajar ini juga melukai Ari (18), siswa kelas 3 SMK
Lodaya. Warga Kampung Gobang Desa Cibunarjaya Kecamatan Ciambar ini
mengalami luka sayatan di bagian jari tangan kanan. Paling parah luka
sobek di kening, alhasil Ari mendapatkan 14 jahitan pada bagian
tubuhnya.
Dari data yang dihimpun, tawuran ini terjadi di Kampung Gobang Desa
Cibunarjaya Kecamatan Ciambar pada pukul 12.30 WIB, atau tepatnya jam
pulang sekolah. Saat itu, Adi dan rekan satu sekolahnya hendak pulang ke
rumahnya masing-masing. Di tengah perjalanan, Ari mengundang
rombonganya termasuk Adi mampir ke rumahnya. ” Celakanya kawasan
tersebut merupakan basis SMK lain yang kebetulan saat itu sejumlah
pelajarnya sedang kongkow,” ujar Alfian (23) warga sekitar.
Singkatnya, bentrok antar pelajar ini pun tidak terelakan. Jumlah tidak
imbang, membuat rombongan siswa SMK Lodaya ini kocar-kacir. Sialnya Ari
dan Adi tak bisa melarikan diri sehingga mendapat serangan membabi buta
dari siswa SMK yang diduga dari SMK Dwi Darma. “Tanpa ada yang melihat
jelas Adi sudah terkapar dengan parang menancak di bagian kepalanya, dan
Ari terluka parah,” jelasnya.
Warga yang berada di lokasi menangkap beberapa siswa yang kedapatan
membawa senjata tajam. Tapi upaya warga ini mendapat halangan, karena
sejumlah siswa yang diduga dari SMK Dwi Darma itu malah berbalik
menyerang warga dan meminta melepaskan siswa yang tertangkap agar
dilepaskan lagi.
Kapolsek Nagrak AKP Ujang Rohimin mengaku geram dengan dengan ulah
para pelajar SMK ini. Ia pun memburu pelaku pembacokkan yang diduga dari
siswa SMK Dwi Darma. Seorang siswa yang terlibat tawuran menjadi saksi
dan seorang warga untuk memburu siswa tersebut. “Kami melakukan
pengembangan dan menjadi sasaran utama adalah pelakunya yang berstatus
pelajar SMK,” ujarnya.
Terpisah Guru Kesiswaan SMK Lodaya, Kurniawan mengatakan pihaknya
sudah berkomunikasi dengan pihak SMK Dwi Darma untuk menindak lanjuti
kasus tersebut. “Kebetulah kesiswaan di SMK Dwi Darma saya kenal.
Kitapun sudah melakukan komunikasi untuk menindak lanjuti kasus ini,”
ujarnya. (dri/nur)(RADAR SUKABUMI)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar